Minggu, 18 Desember 2011

PARAGRAF ARGUMENTASI

MENULIS PARAGRAF ARGUMENTASI SECARA DEDUKSI

Menulis Argumentasi secara Deduksi yaitu yakni mengetengahkan hal yang umum kemudian menarik kesimpulan khusus. Dengan demikian, letak kalimat utamanya terdapat di awal paragraf

Untuk lebih jelasnya, perhatikan diagram berikut :


khusus

khusus

khusus


Paragraf tersebut dikembangkan dengan pola pengembangan argumentasi deduktif karena kalimat utamanya terdapat di awal. Kalimat penghematan energi dapat dilakukan dengan cara menghemat pemakaian listrik, merupakan pernyataan umum, sedangkan kalimat-kalimat berkutnya merupakan pernyataan-pernyataan khusus.
Dalam berargumentasi dengan penalaran deduktif, yang pertama kali ditengahkan adalah pernyataan. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan. Pernyataan yang mendasari penalaran itu disebut premis.
Untuk menarik kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan dengan silogisme dan entimem.
1. Silogisme
Silogisme bersumber dari satu pernyataan yang bersifat umum dan satu pernyataan yang bersifat khusus. Pernyataan yang bersifat umum disebut premis mayor atau premis umum, dan pernyataan yang bersifat khusus disebut premis minor atau premis khusus. Dengan dasar dua premis itu dihasilkan kesimpulan yang logis dan sah.

Unsur-unsur yang terdapat dalam silogisme adalah :
1. Premis Umum (= Premis mayor); menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu. ( = semua A) memiliki sifat atau hal tertentu ( = B)
2. Premis Khusus ( = premis minor ) ; menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (= C) adalah anggota golongan tertentu itu (=A)
3. Simpulan; menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (= C) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada B ( = B)

Contoh :
Premis Umum : Semua mobil diesel mempergunakan bahan bakar solar
Premis Khusus : Daitsu Taft termasuk mobil diesel.
Kesimpulan : Daitsu Taft menggunakan bahan bakar solar.



Dari ketentuan di atas dapat kita simpulkan bahwa ciri silogisme golongan atau kategorial adalah bahwa salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.












Ada beberapa syarat untuk menemukan sah tidaknya kesimpulan silogisme yaitu :
1. Silogisme sah jika ia memiliki tiga proposisi, yakni premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
2. Sebuah silogisme tidak dapat ditarik kesimpulan dari dua premis yang bersifat khusus, misalnya :
PK = Solar lebih murah harganya daripada bensin.
PK = Bensin adalah bahan bakar.
K = Bahan bakar lebih murah harganya daripada bensin ?
3. Jika dua premis bersifat negatif, kesimpulan yang diketengahkan tidak logis dan tidak sah, misalnya :
PU = Semua kendaraan beroda dua tidak beratap.
PK = Pak Udin sopir
K = Jadi sedan …? (tidak sah)
4. Jika satu premis bersifat negatif dan khusus, maka kesimpulan harus bersifat negatif dan khusus, misalnya :
PU = Semua sopir tidak boleh mengantuk.
PK = Pak Udin sopir
K = Jadi, Pak Udin tidak boleh mengantuk.
5. Jika premis mayor hanya menyebutkan beberapa anggota golongan kesimpulan tidak sah, contoh :
PU = Beberapa pengemudi bus suka melanggar tata tertib lalulintas.
PK = Pak Husen pengemudi bus.
K = Pak Husen suka melanggar tata tertib lalulintas.(?)

2. Silogisme negatif
Apabila salah satu premis dalam silogisme bersifat negatif, maka simpulannya pun akan bersifat negatif. Biasanya dipakai kata tidak atau bukan
Contoh :
1) PU = Semua penderita penyakit gula tidak boleh banyak makan tepung-tepungan.
PK = Paman penderita penyakit gula.
K = Jadi, paman tidak boleh banyak makan tepung-tepungan.

2) PU = Siswa yang baik selalu mengerjakan pekerjaan rumah.
PK = Asep bukan siswa yang baik
K = Asep tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah



1. Entimem
Entimem adalah silogisme yang diperpendek. Misalnya, berdasarkan contoh silogisme berikut dapat dibuat sebuah entimem.


Contoh :
PU : Semua mobil diesel mempergunakan bahan bakar solar.
PK : Daihatsu Taft termasuk mobl diesel.
K : Daihatsu Taft menggunakan bahan bakar solar.
Entimem : Daihatsu Taft menggunakan bahan bakar solar karena ia mobil diesel

PU : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat
PK : Nyoman pegawai yang baik.
K : Nyoman tidak pernah datang terlambat
Entimem : Nyoman tidak pernah dating terlambat karena ia pegawai yang baik.
Dalam contoh di atas kita mulai dengan silogisme, kemudian memperpendeknya, dan terjadilah entimem. Tetapi jika diberikan entimem, kita dapat mengembalikannya menjadi silogisme.
Contoh :
Istiana harus belajar dengan keras karena ia (siswa yang ) ingin diterima di perguruan tinggi negeri.

C = Istiana
B = Harus belajar dengan keras
A = (Siswa yang ) ingin diterima di perguruan tinggi negeri.

Silogisme :
PU = Semua siswa yang ingin diterima di perguruan tinggi negeri, harus belajar dengan keras.
PK = Istiana siswa yang ingin diterima di perguruan tinggi negeri.
K = Istiana harus belajar dengan keras.





Pelatihan
1. Buatlah tiga silogisme positif dengan penalaran yang tepat !
a. Ketertiban memakai helm
b. Kebersihan harus digalakkan
c. Belajar harus ditingkatkan
Buatlah tiga silogisme negatif tentang :
a. Kegagalan seorang siswa
b. Ketertiban masuk sekolah
c. Kesehatan lingkungan
2. Lengkapilah silogisme berikut !
a. PU = Semua angkutan kota memerlukan bensin.
PK = Mikrolet adalah angkutan kota.
K = ……………………………………………………………........................................

b. PU = Semua siswa SMA harus lulusan SMP
PK = ……………………………………………………………........................................
K = Awaludin harus lulusan SMP

c. PU = ……………………………………………………………………………………….
PK = Andriani siswa yang baik dan pandai.
K = Jadi, Andriani disukai teman-temannya.

d. PU = Semua professor pandai
PK = Pak Habibi adalah professor
K = ……………………………………………………………………………………….

e. PU = Setiap pemilik kendaraan bermotor wajib membayar pajak.
PK = Pak Lurah mempunyai kendaraan bermotor.
K = ……………………………………………………………………………………….

f. PU = Binatang menyusui melahirkan anaknya.
PK = Ikan paus termasuk binatang menyusui
K = ……………………………………………………………………………………….

g. PU = Semua siswa SMA harus lebih rajin belajar agar hasil ujian nasional memuaskan.
PK = ……………………………………………………………………………………….
K = Nina harus lebih rajin belajar agar hasil ujian nasional memuaskan

3. Susunlah entimem dari silogisme di bawah ini !

a. PU : Tiap tiap ulama wajib memberi contoh hidup yang diridoi Tuhan.
PK : Pak Haji seorang ulama
K : Pak haji wajib memberi contoh hidup yang diridoi Tuhan
Entimem :…………………………………………………………………………………….

b. PU : Seluruh sawah di daerah ini disemprot dengan obat antihama.
PK : Sawah Simbolon ada di daerah ini.
K : Sawah Simbolon disemprot dengan obat antihama.
Entimem :……………………………………………………………………………………..

4. Susunlah silogisme dari entimem di bawah ini !
a. Mirza harus berpakaian seragam karena ia mengikuti upacara bendera.
b. Syarini harus berpenampilan menawan karena ia banyak penggemarnya.








KESUSASTRAAN
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
PUISI LAMA
A. PENGERTIAN
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.
Aturan- aturan itu antara lain :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama
B.Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
Yang termasuk puisi lama adalah
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
d) Seloka adalah pantun berkait
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris



MACAM-MACAM PUISI LAMA
1. MANTRA
Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Ciri-ciri:
Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
Bersifat lisan, sakti atau magis
Adanya perulangan
Metafora merupakan unsur penting
Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.

2.GURINDAM
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
CIRI-CIRI GURINDAM:
a. Baris pertama berisikan puisikan semacam soal,masalah atau perjanjian
b. Sajak akhir berima a-a;b-b;c-c dst
c. Baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama.
d. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatu sebab akibat.
Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
3. SYAIR
Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.
CIRI - CIRI SYAIR :
a. Setiap bait terdiri dari 4 baris
b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
c. Bersajak a – a – a – a
d. Isi semua tidak ada sampiran
e. Berasal dari Arab
Contoh :
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
Negeri bernama Pasir Luhur (a)
Tanahnya luas lagi subur (a)
Rakyat teratur hidupnya makmur (a)
Rukun raharja tiada terukur (a)
Raja bernama Darmalaksana (a)
Tampan rupawan elok parasnya (a)
Adil dan jujur penuh wibawa (a)
Gagah perkasa tiada tandingnya (a)
4.PANTUN
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.
CIRI – CIRI PANTUN :
1. Setiap bait terdiri 4 baris
2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
4. Bersajak a – b – a – b
5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
6. Berasal dari Melayu (Indonesia)
Contoh :
Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)



MACAM-MACAM PANTUN
DILIHAT DARI BENTUKNYA
1.PANTUN BIASA
Pantun biasa sering juga disebut pantun saja.
Contoh :
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
2. SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya
Contoh :
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan
3. TALIBUN
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
Contoh :
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
4. PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :
Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.
Bersajak aa-aa, aa-bb
Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.
Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.
Semua baris diawali huruf kapital.
Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.
Contoh :
Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
Banyak udang banyak garamnya (a)
Banyak orang banyak ragamnya (a)
Dahulu parang sekarang besi (b)
Dahulu sayang sekarang benci (b)
DILIHAT DARI ISINYA
1. PANTUN ANAK-ANAK
Contoh :
Elok rupanya si kumbang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati
Melihat ibu sudah datang
.2. PANTUN ORANG MUDA
Contoh :
Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Sehidup semati kita bersama
Satu kubur kelak berdua
3. PANTUN ORANG TUA
Contoh :
Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

4. PANTUN JENAKA
Contoh :
Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga
5. PANTUN TEKA-TEKI
Contoh :
Kalau puan, puan cemara
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki
PUISI BARU
B. PUISI BARU
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
1. Ciri-ciri Puisi Baru
a) Bentuknya rapi, simetris;
b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
d) Sebagian besar puisi empat seuntai;
e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

2. Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik



a) BALADA
Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Seorang Pemberontak”
b) HYMNE
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)
c) ODE
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
d) EPIGRAM
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)


e) ELEGI
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)
f) SATIRE
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
a) Distikon
b) Terzina
c) Quatrain
d) Quint
e) Sektet
f) Septime
g) Oktaf/Stanza
h) Soneta
MACAM-MACAM PUISI BARU
1. DISTIKON
Distikon adalah sanjak 2 seuntai, biasanya bersajak sama.
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
2. TERZINA
Terzina adalah sanjak 3 seuntai.
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane
3. QUATRAIN
Quatrain adalah sanjak 4 seuntai
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

4. QUINT
Quint adalah sanjak 5 seuntai
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
5. SEXTET
Sextet adalah sanjak 6 seuntai.
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
6. SEPTIMA
Septima adalah sanjak 7 seuntai.
Contoh :
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Muhammad Yamin)

7. STANZA ( OCTAV )
Octav adalah sanjak 8 seuntai
Contoh :
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)


8. SONETA
Soneta adalah bentuk kesusasteraan Italia yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance.
CIRI – CIRI SONETA :
a. Terdiri atas 14 baris
b. Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina
c. Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.
d. Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.
e. Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam
f. Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.
g. Peralihan dari octav ke sextet disebut volta
h. Penambahan baris pada soneta disebut koda.
i. Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – 14 suku kata
j. Rima akhirnya adalah a – b – b – a, a – b – b – a, c – d – c, d – c – d
Contoh :
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)
B. FUNGSI SONETA
Pada masa lahirnya, Soneta dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan curahan hati.
Kini tidak terbatas pada curahan hati semata-mata, melainkan perasaan-perasaan yang lebih luas seperti :
1. Pernyataan rindu pada tanah air
2. Pergerakan kemajuan kebudayaan
3. Ilham sukma
4. Perasaan keagamaan
C. SONETA DIGEMARI PARA PUJANGGA BARU
Faktor-faktor Soneta digemari oleh para Pujangga Baru antara lain :
1. Adanya penyesuaian dengan bentuk pantun ; yakni Octav dalam Soneta yang bersifat obyektif itu hampir sejalan dengan sampiran pada pantun.
Sedangkan sextet Soneta yang sifatnya subyektif itu merupakan isi pantun.
2. Baris-baris Soneta yang berjumlah 14 buah itu cukup untuk menyatakan perasaan atau curahan hati penyairnya.
3. Soneta dapat dipakai untuk menyatakan beraneka ragam perasaan atau curahan hati penyairnya.
D. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN SONETA DENGAN PANTUN

1. PERSAMAAN SONETA DENGAN PANTUN
Pantun dan Soneta sama-sama mempunyai sampiran atau pengantar dan isi atau kesimpulan.
2. PERBEDAAN SONETA DENGAN PANTUN
a. Soneta puisi asli Italia, Pantun puisi asli Melayu
b. Satu bait Soneta terdiri terdiri dari 14 baris, satu bait Pantun terdiri atas 4 baris
c. Soneta berima bebas, pantun berima a-b-a-b

Puisi Baru
di kala surya tenggelam
rahasia hatiku menanti kehadiranmu
menanti datangnya lagu cinta darimu
ditemani lilin-lilin kecil
bersama bintang malam
kuhanya berharap
kau menjadi penjaga hati bagiku
meski ku harus menghitung hari
menunggu waktu yang dinanti
meski tak kudapat kesempurnaan itu
namun ku akan slalu ingat kamu
dan tak mungkin menghapus jejakmu
kaulah sesuatu yang beda yang kumiliki
izinkan aku untuk jadi rahasia hatimu
aku takut kehilangan dirimu
kukan slalu menjaga hati ini











RINGKASAN MATERI

1. Koherensi atau Keterpaduan
Yang dimaksud dengan koherensi adalah kekompakan hubungan antara sebuah kalimat yang lain yang membentuk alinea / paragraf, wajar dan mudah dipahami tanpa kesulitan yang menghalangi, dan tidak pula terasa pikiran melompat – lompat sehingga membingungkan, dan membicarakan satu topik.

Contoh keterpaduan dalam paragraf.
Tiap generasi mempunyai panggilan masing – masing sesuai dengan zamannya. Segenap pencetus dan generasi pelaksana telah menunaikan tugasnya dengan baik. Yang pertama berhasil membangkitkan semangat keinginan bernegara; yang kedua berhasil menciptakan negara merdeka. Generasi pembina masih dalam ujian. Belum diketahui sampai di mana kemampuannya untuk membina dan mengembangkan warisan situasi yang diterima dari angkatan pelaksana. Apakah mereka itu mampu membina dengan mengembangkan warisan situasi yang telah diterima; apakah mereka itu membina dan mengambangkan nilai – nilai nasional sesuai dengan martabat bangsa mereka, masih harus dibuktikan.
Gorris Keraf, 1989:75

Semua kalimat dalam paragraf mengacu pada topik yaitu tiap generasi mempunyai panggilan, kalimat lancar dan padu.

Contoh Soal :
1. Pada tahun 1952, Clifford Geert mempopulerkan tipologi santri, abangan, dan priyayi sebagai kategori sosial yang ada dalam masyarakat Jawa. Menurut Parsudi Suparlan, pengkategorian tersebut dibuat bukan sebagai sesuatu yang saling bertentangan, tetapi justru untuk memperlihatkan adanya saling ketergantungan di antara ketiganya. Sastro ingin anak cucunya mengerti bahwa hidup sebagai priyayi adalah mengabdi dan setia kepada raja dan negara. Ketergantungan ketiga kategori tersebut, terwujud dalam kehidupan birokrasi kota. Meskipun demikian, sampai saat ini polemik belum juga selesai dalam masyarakat Jawa.

Kalimat yang tidak koheren dalam paragraf di atas, terdapat pada kalimat urutan…
A. Pertama C. Ketiga E. Kelima
B. Kedua D. Keempat

2. Membuat dan Menjawab Pertanyaan
Membuat dan menjawab pertanyaan yang dimaksudkan adalah yang berhubungan dengan teks bacaan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui pemahaman seseorang terhadap isi bacaan yang dibacanya. Adapun kata yang biasa digunakan adalah : apa (menanyakan benda), siapa (menanyakan orang), mengapa (menanyakan sebab), di mana (menanyakan tempat), kapan (menanyakan waktu), bagaimana (menanyakan cara, hal, keadaan), dan sebagainya.
Menjawab pertanyaan haruslah sempurna : dengan kalimat sempurna, singkat, jelas dan berhubungan dengan isi atau ha yang ditanyakan atau dengan isi bacaan yang tersaji.
Contoh pertanyaan :
Siapakah yang mempopulerkan tipologi santri, abangan, dan priyayi sebagai kategori sosial yang ada dalam masyarakat Jawa?
Jawaban :
Yang mempopulerkan tipologi santri, abangan, dan priyayi sebagai kategori sosial yang ada dalam masyarakat Jawa adalah Clifford Geert.


Contoh Soal :
1. Bacalah teks berikut dengan cermat!
Masyarakat Jembrana sejak pecan lalu mulai kesulitan memperoleh solar. Selain pengiriman dari Denpasar terlambat, kesulitan tersebut diakibatkan peningkatan kebutuhan masyarakat setempat. Saat ini, di sekitar pantai Jembrana sedang musim tangkapan ikan serta penanaman udang. Oleh karena itu, perahu – perahu serta mesinkincir tombak membutuhkan solar dalam jumlah besar.

Pertanyaan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah…
A. Mengapa masyarakat Jembrana sejak pecan lalu mulai kesulitan memperoleh solar?
B. Siapa yang mengatakan solar tidak diperjualbelikan di Jembrana?
C. Selain dari Denpasar, di mana lagi masyarakat Jembrana memperoleh solar?
D. Mengapa masyarakat Jembrana saat ini sedang musim tangkap ikan serta penanaman udang?
E. Bahan baker apakah yang dapat dipergunakan sebagai pengganti solar untuk penggerak masin kincir?

3. Fakta dan Opini
Fakta ialah hal yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar – benar ada, terjadi dan ada buktinya.Misalnya : ada benda, orang, waktu, tempat, peristiwanya, jumlahnya; atau dapat menjawab pertanyaan dengan kata Tanya apa, siapa, kapan, di mana, atau berapa.
Contoh fakta :
“Tirakatan Budaya” adalah acara yang diadakan oleh para seniman dan budayawan menjelang detik pergantian abad ke – 20, di kompleks Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, 12 Desember 2000.
Kalimat tersebut dapat digunakan menjawab pertanyaan, siapa, kapan, dan di mana.
Sedangkan opini ialah pendapat, pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu atau dapat menjawab pertanyaan bagaimana.

Contoh Opini
Bagus sekali puisi yang disampaikan W.S.Rendra pada acara “Tirakatan Budaya” itu.
Kalimat tersebut dapat menjawab pertanyaan bagaimana.

Contoh Soal :
1. Kalimat yang berupa fakta terdapat pada…
A. Sikap perihatinan mewarnai berbagai ekspresi para seniman muda maupun seniman tua.
B. Penghayatan para seniman yang tampil membawakan karyanya sangat memukau saya.
C. Mereka mengatakan bahwa mereka merupakan monster bagi diri sendiri pada saat reformasi
D. Pada acara “Tirakatan Budaya”, Rendra memaparkan kepedihan hatinya tentang kemanusiaan.
E. Acara itu dinilai sangat sukses dan dapat menghibur para pengunjung yang memadati ruangan itu.

4. Konsep dalam bacaan
Konsep ialah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Konsep dapat ditentukan dari pernyataan atau penjelasan yang dikemukakan dalam bacaan.
Contoh konsep :
Seseorang memberikan pendapat terhadap karya orang. Pendapat yang diberikan hal – hal yang bersifat positif dan negatif terhadap karya tersebut. Tidak hanya terbatas penilaian saja, tetapi juga memberikan penjelasan saran yang bersifat membangun sehingga pada masa yang akan datang kegitan ini dapat di sebut kritik.
Konsep yang dikemukakan dalam paragraf tersebut tentang kritik :
Kritik ialah pemberian pertimbangan baik buruk terhadap karya orang lain yang disertai saran – saran yang bersifat membangun terhadap karya tersebut.

Contoh Soal :
1. Seseorang yang ingin melakukan riset atau survei tentang sesuatu, terlebih dahulu ia mempersiapkan serangkaian pertanyaansecara tertulis. Pertanyaan berisi hal yang berhubungan dengan objek yang ingin disurvei. Jawaban pertanyaan diharapkan berupa tanggapan dari kelompok yang telah ditentukan. (dipilih). Jawaban dapat diperoleh secara lisan melalui wawancara atau melalui pos dengan jawaban tertulis. Alat survei tersebut disebut kuesioner.
Konsep kuesioner ialah…
A. Seseorang yang ingin melakukan riset atau survei terhadap sekelompok orang.
B. Jawaban pertanyaan terhadap hal yang disurvei seseorang terhadap orang lain.
C. Alat riset atau survei yang berupa daftar pertanyaan secara tertulis untuk kelompok tertentu.
D. Persiapan catatan untuk diajukan dan dibawa sewaktu survei atau riset tertentu.
E. Pertanyaan dan jawaban yang diajukan sewaktu riset atau survei kepada kelompok tertentu.

5. Gagasan Utama
Gagasan utama bacaan adalah hal yang dibahas atau diungkapkan dalam bacaan. Gagasan diungkapkan dengan kata atau frase. Letak gagasan utama di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif), atau di awal dan di akhir (deduktif – induktif). Dalam paragraf berjenis narasi dan deskripsi gagasan utama dapat tersebar di seluruh kalimat.

Contoh deduktif :
Bacaan yang baik untuk anak berisi contoh yang baik – baik pula. Cara yang dapat dilakukan dengan menampilkan tokoh kartun, boneka, badut yang lucu, tetapi mengandung unsur pendidikan. Tokoh binatang yang cerdik pun dapat pula mewakili pesan moral. Misalnya, kancil menipu buaya atau sejenisnya. Tokoh orang bertubuh raksasa, tetapi sangat baik terhadap sesama.

Contoh induktif :
Sudah ada ide, tetapi sukar untuk dituangkan. Selalu dihadapkan dengan persoalan apa yang hendak ditulis? Seberapa panjang tulisan yang akan ditulis. Keringnya pengetahuan terhadap topik yang hendak dikembangkan. Demikian pengalaman seseorang pada awal belajar menulis.

Contoh soal :
1. Kartu katalog memuat keterangan tentang buku yang terdapat dalam perpustakaan. Kartu itu besarnya kira – kira 7,5 X 12,5 cm. Kartu itu disusun berdasarkan urutan nama – nama pengarang secara alfabetis. Dalam kartu dicantumkan judul buku dan pokok uraian.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah…
A. Tentang buku
B. Ukuran catalog
C. Keterangan buku
D. Nama pengarang
E. Kartu katalog




6. Tanggapan Isi Bacaan
Setelah membaca sebuah bacaan, kita sering memberi komentar positif atau negatif terhadap isi bacaan tersebut. Pemberian komentar itu disebut dengan tanggapan terhadap isi bacaan. Tetapi sebuah tanggapan haruslah logis.
Contoh tanggapan :
Membaca pemahaman sangat penting dibandingkan dengan kemampuan berbahasa lainnya. Misalnya, kemampuan mendengar. Mendengarkan sesuatu sangat terbatas jangkauannya seperti waktu, tempat, dan sebagainya. Tetapi dengan membaca pemahaman dapat dilakukan di mana dan kapan pun, serta dapat dilakukan sewaktu – waktu, serta dengan cepat dapat menangkap isi bacaan.
Tanggapan yang sesuai dan logis dengan isi bacaan tersebut adaah :
a. Memang diperlukan kemampuan membaca pemahaman untuk memahami dengan cepat isi bacaan atau
b. Memang benar membaca pemahaman efektif dilakukan untuk memperoleh informasi dengan cepat.

Contoh soal :
1. Dalam kenyataan masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan membaca pemahaman secara memadai. Hasil penelitian seseorang tahun 1992 membuktikan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa STM di Yogyakarta baru 30%. Hal ini pulalah yang dijadikan sebagai bukti kegagalan pengajaran kemampuan membaca pemahaman kepada siswa tersebut atau belum memadai.
Kalimat tanggapan yang tepat sesuai isi bacaan tersebut adalah…
A. Pantaslah siswa STM itu berkemampuan membaca pemahaman seperti itu, mereka lebih mengutamakan praktisi.
B. Rendah sekali kemampuan membaca pemahaman siswa STM tersebut dan perlu dicarikan solusinya.
C. Janganlah memvonis siswa tersebut dengan mengecilkan hati mereka dengan kesimpulan seperti itu.
D. Sangatlah tidak masuk akal, bila hasil itu dijadikan suatu kesimpulan terhadap siswa tersebut.
E. Tidak benar hasil penelitian orang itu, kapan dia melakukan penelitian tersebut terhadap mereka?
7. Isi Grafik
Menentukan isi grafik berarti membahasakan angka atau data yang terdapat dalam grafik. Data tersebut dijelaskan maksudnya sedemikian rupa sehingga mudah dipahami.

Pertumbuhan Ekonomi
50%

40% •

30% • •

20% •

10% •

0%
1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998

Laju pertumbuhan ekonomi yang mengalami kemajuan lebih besar, menurut data grafik tersebut, terjadi pada tahun 1994 – 1995, yaitu 20%. Dibandingkan dengan tahun – tahun yang lain, yang hanya 5% sampai dengan 10% bahkan ada terjadi penurunan pada tahun – tahun tertentu.

Contoh Soal :
1. Pernyataan yang terjadi sesuai dengan data grafik pada di atas adalah……
A. Persentase kenaikan ekonomi tahun 1992 – 1993 tidak sama dengan tahun 1996 – 1997.
B. Besar kenaikan ekonomi tahun 1992 – 1993 sama dengan besar kenaikan ekonomi tahun 1994 – 1995.
C. Pertumbuhan ekonomi 1992 – 1993 naik 20% dan tahun 1993 – 1994 turun 10%.
D. Besar penurunan ekonomi 1993 – 1994 tidak sama dengan besar penurunan pertumbuhan 1995 – 1996.
E. Persentase pertumbuhan ekonomi 1995 – 1996 turun 10% dan 1996 – 1997 naik 5%.
8. Jenis Karangan

Ada lima jenis karangan

1. Eksposisi
Yaitu karangan yang berisi penjelasan – penjelasan atau paparan yang dapat memperluas pengetahuan pembaca.
Contoh :
Membaca intensif merupakan kegiatan membaca secara teliti atau membaca secara seksama bacaan berupa teks. Tujuan membaca dengan cara ini untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci. Misalnya, mengetahui hal – hal yang di perlukan.

2. Argumentasi
Yaitu karangan yang berisi pendapat yang di sertai pembahasan logis dan di perkuat dengan fakta – fakta sehingga pendapat itu diterima kebenarannya.
Contoh :
Air yang tergenang seperti di kaleng – kaleng bekas dan di selokan harus di bersihkan. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembang biak di genangan air tersebut.

3. Persuasi
Yaitu karangan yang berisi imbuhan atau ajakan kepada orang – orang tertentu, kelompok atau masyarakat tentang sesuatu. Agar hal yang di sampaikan itu dapat mempengaruhi orang lain, harus pula disertai penjelasan dan fakta – fakta.
Contoh :
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.

4. Narasi
Yaitu karangan yang berisi cerita, ada pelaku, peristiwa konflik, dan penyelesainnya.
Contoh :
Hafiz terkejut mendengar suara kemenakannya itu. Dengan segera ditariknya tali timba pengangkat tanah, tempat Abdullah bergantung. Ketika itu tampaklah oleh Hafiz mata air berbusa – busa naik ke atas dengan cepat, besar dan jernih.

5. Deskripsi
Yaitu karangan yang berisi pengalaman suatu yang di lihat, di rasa, di dengar, di alami, dan sebagainya. Apa yang di gambarkan tersebut (memfungsikan pancaindra si pembaca).
Contoh :
Malam itu indah sekali. Bintang – bintang di langit berkelap – kelip memancarkan cahaya. Udara dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik mengusik sepinya malam.
Pendeskripsian tersebut mengaktifkan indra penglihatan / mata, perasa / peraba, dan pendengar / telinga.

Contoh soal :
1. pelanggaran lalu lintas sering di lakukan. Pelanggaran itu contohnya menyeberang tidak di tempat yang sudah di sediakan.Bus menghentikan mobil sekehendak hati sopir.Pengendara kendaraan bermotor ngebut,Pengendara juga banyak yang tidak memiliki SIM.
Jenis paragraf tersebut…
A. Narasi D. Argumentasi
B. Eksposisi E. Deskripsi
C. Persuasi
9. Silogisme

Menarik suatu kesimpulan dengan cara silogisme, mula – mula diketengahkan suatu pernyataan yang bersifat umum, yang disebut premis umum (PU). Kemudian disusul dengan sebuah pernyataan yang bersifat khusus, yang disebut premis khusus (PK). Lalu diakhiri dengan sebuah pernyataan yang berupa kesimpulan (K). Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika di rumuskan sebagai berikut :
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B

Contoh silogisme :
PU : Pelajar harus mematuhi peraturan sekolah.
A B
PK : Saya pelajar
C A
K : Saya harus mematuhi peraturan sekolah.
C B

Contoh soal :
1. PU : ………..................................
PK : Kekasih saya seorang yang jujur.
K : Kekasih saya selalu menepati janji.

Pernyataan yang tepat untuk melengkapi silogisme tersebut adalah…
A. Seseorang yang jujur selalu menepati janji.
B. Seseorang yang jujur akan menepati.
C. Kekasih saya tidak pernah berbohong.
D. Kekasih saya tergolong orang yang jujur.
E. Seseorang akan menepati janji jika ia jujur.



10. Pola Pengembangan Paragraf

1. Penalaran generalisasi juga merupakan bagian penalaran induksi. Penarikan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta atau data. Fakta atau data dapat diperoleh melalui penilaian, pengamatan atau hasil survei. Jumlah data atau fakta khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Contoh penalaran generalisasi :
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan kepada siswa SMA 2000. Saat mereka melaksanakan upacara, semua siswa memakai sepatu hitam dan kaos kaki putih. Pakaian mereka putih – putih dan kemeja dimasukkan. Ke dalam celana dan ke dalam rok, memakai ikat pinggang warna hitam. Pakaian mereka dilengkapi lagi dengan dasi dan topi abu – abu. Jadi, dapat dikatakan siswa SMA 2000 pakaiannya seragam dan tertib sewaktu mengikuti upacara.

2. Penalaran analogi, bagian dari induktif. Penalaran dengan membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi memiliki berbagai persamaan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan.
Contoh Penalaran analogi :
Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.
3. Penalaran sebab akibat juga merupakan bagian induksi. Penalaran dimulai dengan mengemukakan fakta berupa sebab lalu disusul dengan kesimpulan yang berupa akibat.
Contoh Penalaran Sebab Akibat :
Hujan berturut – turut mengguyur desa kami. Air sungai berangsur – angsur naik. Jalan dan halaman rumah pun mulai digenangi air. Akibatnya, banjir pun melanda desa kami.

Contoh soal :
1. Setelah diadakan survei ke pemukiman liar di sepanjang rel kereta api itu, penduduk menempati rumah – rumah terbuat dari bahan yang berupa seng, papan, dan kardus bekas. Rumah itu tidak memiliki MCK, pendek, pengap, lantainya berupa tanah dan lembab. Jadi, dapat di katakan bahwa tempat tinggal mereka tidak layak huni dan tidak layak sehat.
Penalaran yang di gunakan dalam paragraf tersebut adalah…
A. Sebab – akibat D. Analogi
B. Silogisme E. Akibat – sebab
C. Generalisasi

11. Kata Baku / Tidak Baku dan Kata Serapan

Kata baku, ialah kata – kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Acuan yang dapat di gunakan adalah KBBI, EYD, Pedoman Pembentukan Istilah, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, sedangkan yang tidak mengikuti kaidah, disebut bahasa yang tidak baku. Pembakuan kata – kata juga berlaku untuk istilah dan kata serapan atau berasal dari bahasa asing, bunyi dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Perhatikan kata – kata dalam tabel berikut :


No. Kata Baku Kata Tidak Baku Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10. Menyontek
Misi
Nasihat
Mengubah
Sistim
Tradisional
Terampil
Hierarki
Ekstrem
Telinga Mencontek
Missi
Nasehat
Merubah
Sistem
Tradisinil
Trampil
Hirarki
Ekstrim
Kuping -
Serapan
-
-
Serapan
Serapan
-
Serapan
Serapan
-

Contoh soal :
1. Kata baku terdapat dalam kalimat…
A. Bajunya terbuat dari kain sutra.
B. Tempellah perangko di sudut kanan atas.
C. Dia harus berfikir jernih menyelesaikan soal itu.
D. Mereka sedang mentelaah puisi W.S. Rendra.
E. Saya berani menanggung risiko apa saja.

2. Penulisan kata serapan yang baku terdapat pada kalimat…
A. Ia mengikuti erobik setiap minggu.
B. Karirnya mulai bagus tahun ini.
C. Managemen perusahaan itu baik.
D. Dia mengisi kuesioner itu sendiri.
E. Mereka menemukan tehnik baru.

12. Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas
Kalimat utama, ialah kalimat yang berisi masalah / kesimpulan sebuah paragraf. Letaknya dapat di awal paragraf(deduksi). Di akhir (induksi), atau di awal dan di akhir (deduksi – induksi ).
Kalimat penjelas, ialah kalimat yang berisi penjelasan terhadap hal yang dinyatakan dalam kalimat utama atau berisi hal– hal khusus.
Contoh kalimat utama dan kalimat penjelas :
Banyak orang membaca sebuah bacaan dengan tujuan ingin mendapatkan informasi dan bacaan tersebut. Informasi yang ingin di peroleh mungkin sudah pernah di dengar, tetapi ingin lebih meyakinkan lagi dengan membaca langsung. Membaca bacaan berisi informasi yang pernah dibaca sebelumnya dan ingin mengingat lagi informasi itu lebih baik. Apalagi membaca suatu bacaan yang berisi informasi baru,tentu akan dicermati dengan baik atau mungkin akan mencatat informasi tersebut.
Kalimat yang tercetak miring dalam bacaan tersebut berupa kalimat utama dan kalimat – kalimat berikutnya merupakan kalimat penjelas.
Contoh soal :
1. (1) Tanaman perlu perawatan. (2) Merawat tanaman dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk, menyirami setiap hari, dan menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhannya. (3) Rumput ada yang dapat dijadikan obat. (4) Apalagi perawatan tanaman dilakukan dengan sungguh – sungguh. (5) Tanaman akan tumbuh dengan baik dan berkualitas tinggi sehingga dapat dinikmati dengan puas.
Kalimat penjelas yang tidak mengacu kepada kalimat utama (tidak padu) terdapat pada kalimat…
A. nomor 1 D. nomor 4
B. nomor 2 E. nomor 5
C. nomor 3
Contoh soal :
2. Kata baku terdapat dalam kalimat…
A. Bajunya terbuat dari kain sutra.
B. Tempellah perangko di sudut kanan atas.
C. Dia harus berfikir jernih menyelesaikan soal itu.
D. Mereka sedang mentelaah puisi W.S. Rendra.
E. Saya berani menanggung risiko apa saja.

3.Penulisan kata serapan yang baku terdapat pada kalimat…
A. Ia mengikuti erobik setiap minggu.
B. Karirnya mulai bagus tahun ini.
C. Managemen perusahaan itu baik.
D. Dia mengisi kuesioner itu sendiri.
E. Mereka menemukan tehnik baru.

13. Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas
Kalimat utama, ialah kalimat yang berisi masalah / kesimpulan sebuah paragraf. Letaknya dapat di awal paragraf(deduksi). Di akhir (induksi), atau di awal dan di akhir (deduksi – induksi ).
Kalimat penjelas, ialah kalimat yang berisi penjelasan terhadap hal yang dinyatakan dalam kalimat utama atau berisi hal– hal khusus.
Contoh kalimat utama dan kalimat penjelas :
Banyak orang membaca sebuah bacaan dengan tujuan ingin mendapatkan informasi dan bacaan tersebut. Informasi yang ingin di peroleh mungkin sudah pernah di dengar, tetapi ingin lebih meyakinkan lagi dengan membaca langsung. Membaca bacaan berisi informasi yang pernah dibaca sebelumnya dan ingin mengingat lagi informasi itu lebih baik. Apalagi membaca suatu bacaan yang berisi informasi baru,tentu akan dicermati dengan baik atau mungkin akan mencatat informasi tersebut.
Kalimat yang tercetak miring dalam bacaan tersebut berupa kalimat utama dan kalimat – kalimat berikutnya merupakan kalimat penjelas.

Contoh soal :
1. (1) Tanaman perlu perawatan. (2) Merawat tanaman dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk, menyirami setiap hari, dan menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhannya. (3) Rumput ada yang dapat dijadikan obat. (4) Apalagi perawatan tanaman dilakukan dengan sungguh – sungguh. (5) Tanaman akan tumbuh dengan baik dan berkualitas tinggi sehingga dapat dinikmati dengan puas.
Kalimat penjelas yang tidak mengacu kepada kalimat utama (tidak padu) terdapat pada kalimat…
A. nomor 1 D. nomor 4
B. nomor 2 E. nomor 5
C. nomor 3

14. Kata Penghubung (Konjungsi)
Kata penghubung di sebut juga kata sambung atau konjungsi. Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa, antar kalimat, dan antar paragraph. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah – tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat (setelah tanda titk, tanda seru dan tanda Tanya), dan kata penghubung antar paragraph letaknya di awal paragraf..




Macam- macam kata penghubung dan fungsinya :
1. menyatakan gabungan : dan, lagi, lagi pula, serta.
2. menyatakan pertentangan : tetapi, akan tetapi, melainkan, namun, sedangkan, padahal.
3. menyatakan waktu : apabila, ketika, bilamana, sebelum sejak, setelah.
4. menyatakan tujuan : supaya, agar, untuk.
5. menyatakan sebab : sebab, karena, sebab itu, karena itu.
6. menyatakan akibat : sehingga, sampai.
7. menyatakan syarat : jika apabila, kalau, asalkan, bilamana.
8. menyatakan tak bersyarat : walaupun, meskipun, biarpun.
9. menyatakan pilihan : atau.
10. menyatakan perbandingan : seperti, bagai, seakan – akan, ibarat, umpama, daripada
11. menyatakan korelatif : semakin… semakin… , kian… kian… , tdak hanya… tetapi juga…, sedemikian rupa… sehingga… , baik… maupun…
12. menyatakan menguatkan : bahkan, apalgi.
13. menyatakan rincian : yakni, adalah, yaitu, ialah.
14. menyatakan penjelas (penegas) : bahwa.
15. menyatakan urutan : mula – mula, lalu,kemudian.
16. menyatakan pembatasan : kecuali, selain, asal.
17. menyatakan penanda contoh : misalnya, umpama, contoh.
18. menyatakan penanda pengutamaan yang penting, yang pokok, paling penting, terutama.

15. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih.
Kalimat majemuk dapat di bedakan atas :
1. Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang pola – pola kalimatnya memiliki kedudukan yang sederajat. Kalimat majemuk semacam ini biasanya ditandai dengan kata penghubung : dan, lagi, atau, tetapi, melainkan, sedangkan.
Misalnya :
Saya berangkat ke sekolah, sedangkan ibu pergi ke pasar.
Kalimat di atas berpola S – P – K, S – P – K.
Kalimat majemuk setara yang hanya memiliki satu subjek atau satu predikat disebut kalimat majemuk rapatan.
Misalnya :
a) Adik memetik dan mengupas mangga itu.
b) Joko dan Aditya sedang bermain catur.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat (Subordinatif)
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mengandung dua poloa kalimat atau lebih yang tidak sederajat. Salah satu pola menduduki fungsi utama kalimat, yang lazimnya di sebut induk kalimat (klausa atasan), sedangkan pola yang lain, yang lebih rendah kedudukannya, disebut anak kalimat (klausa bawahan). Fungsi itu sekaligus menunjukkan relasi antara induk kalimat dan anak kalimat.
Anak kalimat (klausa bawahan) dapat di bagi menjadi :
a) Anak kalimat yang menduduki fungsi utama kalimat, yaitu anak kalimat subjek dan anak kalimat predikat,
1) Yang harus menyelesaikan pekerjaan itu telah meninggalkan tempat ini. (anak kalimat subjek)
2) Ayah saya yang telah menyelesaikan pembangunan itu. (anak kalimat predikat)
b) Anak kalimat yang menduduki salah satu fungsi pelengkap, yaitu anak kalimat objek, misalnya :
Wali kelas telah mengumumkan bahwa kita semua harus hadir besok pagi. (anak kalimat objek)
c) Anak kalimat yang menduduki salah satu fungsi tambahan yang renggang, yaitu anak kalimat keterangan subjek, anak kalimat keterangan predikat, anak kalimat keterangan objek, anak kalimat keterangan waktu, anak kalimat keterangan sebab, anak kalimat keterangan akibat, dan lain – lain, misalnya :
1) Siswa yang baru menempuh ujian berkumpul di halaman. (anak kalimat keterangan subjek)
2) Wanita itu guru yang mengajar di SMU 78. (anak kalimat keterangan predikat)
3) Ia telah memukul anak yang mencuri mangga. (anak kalimat keterangan objek)
4) Sebelum matahari terbit saya berangkat ke sekolah. (anak kalimat keterangan waktu)
5) Direktur perusahaan itu telah memecat seorang karyawannya karena menggelapkan uang perusahaannya. (anak kalimat keterangan sebab)
6) Kakinya tersandung batu sehingga tidak dapat berjalan. (anak kalimat keterangan akibat)

Contoh soal :
1. Kegiatan Bulan Bahasa sangat penting.
Kalimat yang polanya sama dengan kalimat di atas adalah…
A. Ayah dan ibu selalu makan bersama
B. Kecantikan gadis itu menarik semua orang
C. Setiap hari saya selalu belajar dengan rajin
D. Dengan hati yang riang dia melangkahkan kakinya
E. Bak mandi itu sudah penuh

2. Anak itu siswa SMU yang mendapat juara lomba mengarang
Klausa bawahan dalam kalimat di atas adalah…
A. anak itu
B. siswa SMU
C. mendapat juara
D. yang mendapat juara lomba mengarang
E. juara lomba mengarang

16.Isi Surat Berita Keluarga

Surat keluarga, ialah surat yang dikirim oleh seseorang kepada anggota keluarga. Isi surat dapat berupa berita duka, gembira, bertanya, meminta sesuatu, dan sebagainya. Sapaan yang lazim digunakan antara lain ananda, ibunda, ayahanda, adinda, atau kakanda yang diawali dengan huruf capital. Bahasa surat dapat menggunakan bahasa baku atau bahasa tidak baku (bahasa sehari – hari), tetapi komunikatif.
Unsur – unsur surat antara lain : tanggal, alamat, salam pembuka, tubuh surat (pembuka, isi, dan penutup).









Contoh surat :

Jakarta, 11 September 2003
Ibunda Rosni
Di Padang

Dengan hormat,
Semoga Ibunda beserta adik – adik berada dalam keadaan sehat walafiat, Amin.
Ibunda, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Melalui surat ini ananda mohon maaf kepada Ibunda atas kesalahan ananda. Semoga Allah memberi keredaan dan kekuatan kepada kita sewaktu menjalankan ibadah puasa, amin.
Ananda insyaallah akan pulang ke kampong menjelang lebaran. Karena ananda mendapat libur selama dua minggu.
Terakhir ananda ucapkan selamat menyambut Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan penuh berkah.
Wasalam ananda,


Rossita

Contoh Soal :
1. Pernyataan yang sesuai dengan isi surat yang terdapat dalam uraian materi tersebut adalah…
A. Surat berisi permohonan maaf oleh seorang anak kepada ibunya sehubungan menyambut bulan Ramadhan.
B. Pernyataan seorang anak yang tidak dapat pulang kampong untuk menemui ibu dan adik – adiknya pada bulan Ramadhan.
C. Pernyataan saling memaafkan antara anak dan ibu yang akan menyambut bulan suci Ramadhan yang akan tiba tidak lama lagi.
D. Surat mengabarkan keadaan seorang anak dan memohon maafkepada ibunya karena akan memasuki bulan Ramadhan.
E. Si anak mengabarkan kepada ibunya bahwa tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan dan dia akan pulang.

17. Surat Undangan Resmi dan Surat Lamaran Kerja

Surat undangan resmi haruslah mengikuti aturan surat menyurat bersifat resmi, mulai dari strukutur surat ejaan yang digunakan, sampai kepada bahasa surat. Struktur surat undangan meliputi : kepala surat, tempat dan tanggal surat, nomor, lampiran dan hal, alamat, salam pembuka, tubuh surat (pembuka, isi, penutup), salam penutup, dan tanda tangan yang disertai nama jelas, dalam surat lamaran tidak memakai kepala surat karena pengirimnya bersifat pribadi.











Contoh :

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
SEKOLAH MENENGAH UMUM NEGERI 25 JAKARTA
Jalan A.M. Sangaji 22 – 24 Jakarta Pusat
Jakarta 10130. Telepon (021) 6331921, (021) 6340139

20 September 2010
Nomor : 150/GX/PS/2003
Lampiran : -
Perihal : Undangan pentas seni

Kepada Yth. Bapak / Ibu Guru Kesenian
SMU Amanda
Jalan A.M. Sangaji 35
Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Bersama surat ini, kami mengundang bapak / ibu Guru Kesenian SMU Amanda untuk menghadiri Pentas Seni SMU 25 Jakarta, yang akan diadakan :
Hari / Tanggal : Kamis, 25 September 2003
Tempat : SMU Negeri 25 Jakarta
Waktu : pukul 10.00 s.d. 14.00 WIB
Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Ketua Panitia




Erniwati,M.Pd.

Catatan :
Dalam contoh surat undangan tersebut ada dengan sengaja disalahkan penggunaan bahasa, tulisan atau ejaannya karena akan ditanyakan dalam soal dan akan dibahas dalam penyelesaiannya.

Penulisan pemerian pada surat undangan, yaitu hari, tempat, dan waktu harus diawali dengan huruf kecil karena hal tersebut berupa kelanjutan kalimat paragraf sebelumnya. Begitu pula pemerian pada identitas pelamar surat dalam surat lamaran.

Contoh :
……
Dengan surat ini saya :
Nama : Dewanti
Tempat / tanggal lahir : Medan, 11 September 1985
Alamat : Jalan Tirto No.20, Medan
Pendidikan terakhir : SMA……
Contoh soal :

1. Hal yang bukan merupakan perbaikan mengenai penulisan dan bahasa surat undangan yang terdapat pada uraian materi di atas adalah…
A. Tanggal surat seharusnya diikuti dengan nama tempat / kota karena tanggal surat selalu diikuti dengan nama tempat / kota. Yang betul adalah Jakarta, 20 September 2003.
B. Alamat surat tidak diperlukan kata kepada sebelum Yth. Karena kepada berfungsi penghubung antarbagian kalimat. Seharusnya Yth. Bapak / Ibu Guru Kesenian.
C. Penggunaan kata bersama ini di awal surat tidak tepat karena itu cocok digunakan jika ada sesuatu yang dilampirkan dalam surat. Seharusnya dengan surat ini.
D. Penulisan sapaan bapak / ibu yang betul menurut EYD diawali dengan huruf capital, yaitu Bapak / Ibu.
E. Penggunaan – nya, pada atas perhatiannya pada kalimat penutup surat tidak tepat karena – nya untuk kata ganti ketiga sedangkan surat tersebut untuk orang kedua. Seharusnya atas perhatian Bapak / Ibu.

2. Penulisan pemerian dalam surat undangan tersebut tidak tepat karena…
A. Hari / tanggal, tempat, dan waktu ditulis dengan diawali oleh huruf kapital.
B. Nama hari dan bulan (Kamis dan September) diawali dengan huruf kapital.
C. Penulisan WIB tidak memakai tanda baca titik di antara huruf singkatan.
D. Penulisan kata pukul diawali dengan huruf kecil.
E. Penulisan singkatan s.d. dengan dua huruf dan diberi tanda titik setiap huruf.

18. Surat Memo

Memo atau memorandum adalah jenis surat dinas yang berisi catatan singkat tentang pokok persoalan. Memo ditulis oleh atasan untuk pejabat yang setingkat atau untuk bawahan, dan dapat juga ditulis oleh bawahan untuk atasan. Memo bersifat informal dan tingkat keresmiannya rendah. Memo bersifat intern (selingkung).
Isi memo dapat berupa intruksi, saran, tugas, atau petunjuk tertentu yang berisi hal – hal pokok saja; singkat tapi jelas; dan tidak perlu ada paragraf pembuka, tetapi langsung pada isinya.

Contoh Memo :

SEKOLAH MENENGAH UMUM (SMU) NEGERI 78
Jalan Bhakti IV/1, Kemanggisan
Jakarta Barat Telepon (021) 5482914

MEMO

10 Nopember 2003
Kepada : Wakasek Bidang Sarana / Prasarana
Dari : Kepala Sekolah
Hal : Persiapan Rapat

Kami minta agar Saudara mempersiapkan ruang aula beserta perlengkapannya untuk rapat kelulusan kelas III yang akan diadakan pada tanggal 28 April 2003.
Terima kasih atas bantuan Saudara.

Sujono Kuslan

Contoh soal :
1. SMU Bina Lingkungan akan mengadakan Bulan Bahasa yang akan diadakan pada tanggal 20 s.d. 25 Oktober 2004. Untuk itu, Ketua Osis memerintahkan kepada sekretarisnyaagar membuat proposal untuk kepala sekolah.
Isi memo yang tepat berdasarkan ilustrasi di atas adalah…
A. Kami sangat mengharapkan agar Saudara membuat proposal Bulan Bahasa tahun 2004 untuk kepala sekolah secara rinci.
B. Kami minta agar Saudara membuat proposal Bulan Bahasa yang akan diadakan tanggal 20 – 25 Oktober 2004 untuk kepala sekolah.
C. Berdasarkan hasil rapat Osis, kami minta agar secepatnya menulis proposal Bulan Bahasa 2004 yang ditujukan kepada kepala sekolah.
D. Karena SMU Bina Lingkungan akan mengadakan Bulan Bahasa, kami minta agar Saudara membuat proposal Bulan Bahasa tersebut.
E. Berdasarkan program Osis, SMU Bina Lingkungan akan mengadakan Bulan Bahasa yang diadakan tanggal 20 – 25 Oktober 2004.


19. Resensi Buku Fiksi / Nonfiksi

Resensi adalah ulasan atau penilaian terhadap sebuah buku atau film. Tujuannya adalah membrikan atau menyampaikan informasi kepada para pembaca mengenai keunggulan dan kelemahan buku atau film tersebut, serta kelayakannya untuk dinikmati pembaca.

Buku atau film yang diresensi tentunya yang baru diterbitkan atau baru dipasarkan. Secara tidak langsung resensi berfungsi juga sebagai media promosi yang efektif. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila resensi itu diakhiri dengan ajakan (persuasif)

Unsur – unsur resensi adalah judul resensi, identitas buku (judul buku, pengarang, dan data publikasi), jenis buku, kepengarangan (latar belakang pengarang dan latar belakang buku yang diresensi), ikhtisar cerita / isi, persoalan yang terdapat dalam buku, penilaian baik keunggulan maupun kelemahannya, dan ajakan.
Contoh Resensi :

KISAH KEHIDUPAN MANUSIA
Judul : Belenggu
Pengarang : Amijn Pane
Penerbit : Dian Rakyat
Tahun : 1938, Cetakan XVII 1995

Novel karya Armijn Pane dengan tebal 150 halaman ini mempunyai sejarah yang menggemparkan. Cerita ini pernah ditolak oleh Balai Pustaka, ramai dipuji dan dicela, tetapi akhirnya tak urung menjadi salah satu novel klasik modern Indonesia yang harus dibaca oleh orang terpelajar Indonesia.

Armijn Pane ialah seorang romantikus yang suka mengembara dalam jiwanya. Ia identik dengan zaman baru. Hal ini mempengaruhi isi cerita ini sehingga pada waktu diterbitkan, Belenggu dianggap sesuatu yang baru. Belenggu memberi arah baru dalam kesusastraan Indonesia, baru dalam ceritanya, gaya bahasanya, dan gaya / cara mengarangnya.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran, namun dominant menggunakan alur maju. Walaupun demikian, dapat membawa para pembacanya menelusuri cerita demi cerita.
Cara pengarang menggambarkan tokoh – tokoh dalam cerita ini berlainan dengan cara yang biasa dipakai pengarang lain. Tokoh utama pria, Sukartono, adalah seorang yang mau berkorban demi orang lain dan ia pun seorang suami yang sabar. Tokoh Sumartini digambarkan sebagai seorang wanita modern yang mandiri dan memiliki ego yang tinggi. Sedangkan Rohayah digambarkan sebagai sosok wanita yang lemah lembut, penyayang, dan penuh perhatian, tetapi memiliki masa lalu yang suram.

Gaya bahasa yang digunakan dianggap sebagai gaya yang baru dan berbeda. Armijn banyak menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Belanda yang membuat para pembaca tidak mengerti dan haus menerka maksudnya. Dalam novel ini Armijn pandai menyelipkan ungkapan – ungkapan yang disusun secara menarik sehingga memberikan suasana yang romantis.

Kisah dalam Belenggu ini diawali dari kehidupan perkawinan Sukartono dan Sukartini yang sudah tidak baik lagi. Sukartono kecewa karena sikap Tini yang berubah setelah menikah. Tini tidak peduli akan kehidupan rumah tangganya. Suatu saat Tono bertemu dengan Nyonya Eni atau Rohayah. Dari wanita inilah Tono mendapatkan perhatian, kasih saying, dan kehangatan yang tidak didapatkan dari istrinya. Walaupun demikian, Tono dihatui perasaan bersalah atas perselingkuhannya dengan Rohayah, karena ia sebenarnya masih mempunyai perasaan cinta terhadap istrinya. Tetapi, hal tidak menjadikan situasi kehidupan rumah tangganya semakin membaik karena dari masing – masing pihak tidak ada yang berusaha untuk memperbaikinya.

Para tokoh yang dilukiskan dalam novel ini hampir menyerupai karikatur karena terlalu berlebihan. Dalam melukiskannya, Armijn melukiskan pikiran dan semangatnya. Gambaran armijn terhadap tokohnya tidak tegas dan konsekuen. Namun, bagaimana pun buku ini telah membawa suatu kemajuan bagi sastra Indonesia karena cara penyampaian ceritanya yang unik. Tidak rugi bila kita mencoba untuk membacanya.



Novel ini banyak mengandung amanat yang sangat bermanfaat bagi pembacanya. Ermijn mengajarkan kita untuk berbagi dan berkorban untuk orang lain.

Hal yang menarik dari cerita ini adalah permainan perasaan pengarangnya yang memberikan suasana yang romantis. Dalam novelnya Armijn pandai penyelipkan pertanyaan yang terus tersirat dari mulai sampai akhir cerita, “Baiklah memandang ke belakang, bergunakah zaman dahulu, tidaklah lebih baik, kalau zaman dahulu itu dibenamkan saja, dilupakan sama sekali?”

Namun, dengan segala keindahan dan kelebihannya, buku ini membuat pembacanya mendapat kesulitan dalam menangkap maksud Armijn Pane, terutama karena banyaknya penggunaan bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Pemakaian ungkapan dan kiasan dalam kalimat membuat cerita ini terasa berat. Meski demikian, cerita ini tetap memikat dan penuh dengan muatan pesan yang dapat direnungkan dan diterjemahkan lebih dalam.
Devona Candrawati,dkk.

Contoh Soal :
1. Novel karya Armijn Pane dengan tebal 150 halaman ini mempunyai sejarah yang menggemparkan. Cerita ini pernah ditolak oleh Balai Pustaka, ramai dipuji dan dicela, tetapi akhirnya tak urung menjadi salah satu novel klasik modern Indonesia yang harus dibaca oleh orang terpelajar Indonesia.



Hal yang diresensi pada kutipan resensi di atas adalah…
A. Identitas buku
B. Latar belakang pengarang
C. Latar belakang buku
D. Ikhtisar cerita / isi
E. Keunggulan buku

20. Karya Tulis
Karya tulis yang ditulis berdasarkan hasil penelitian disebut karya ilmiah. Karya ilmiah yang lengkap biasanya terbagi menjadi tiga bagian besar, yakni (1) bagian pelengkap pendahuluan, (2) bagian isi atau pembahasan, dan (3) bagian pelengkap penutup.
Bagian pelengkap pendahuluan terdiri atas halaman judul, halaman motto, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambing dan singkatan dan abstrak.
Bagian isi atau pembahasan terdiri atas bab pendahuluan yang meliputi : (1) latar belakang, (2) perumusan masalah, (3) ruang lingkup masalah, (4) tujuan penulisan, (5) metode penelitian, dan (6) sistematika penulisan; bab pembahasan; dan bab kesimpulan dan saran.
Bagian pelengkap penutup antar lain, daftar pustaka dan lampiran.
Kata pengantar berfungsi sebagai surat pengantar kepada pembaca yang isinya berbagai hal mengenai karya tulis tersebut.
Daftar isi merupakan gambaran isi secara singkat. Judul – judul Bab ditulis dengan huruf capital, judul – judul sub bab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal dari kata – kata yang penting.
Abstrak berisi garis besar dari karya tulis. Isinya lebih singkat dari pada kesimpulan.
Bab pendahuluan berfungsi untuk menarik perhatian pembaca dan memberikan arahan terhadap masalah – masalah yang akan diuraikan. Pada bagian ini biasanya diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab pembahasan / isi merupakan tubuh karangan yang mempunyai bagian yang sangat ensensial. Dalam bagian ini terdapat semua masalah yang dijabarkan secara sistematis. Artinya dalam penyusunan harus beraturan dan konsisten. Pembagian bab ke sub bab harus sesuai dengan tingkatan – tingkatan yang sederajat.
Kesimpulan dan saran merupakan inti dari uraian yang btelah dijelaskan dalam tubuh. Kesimpulan harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Begitu pula dengan saran, kepada siapa saran ditujukan, dan kemungkinan adanya perbaikan.
Daftar pustaka merupakan daftar buku atau artikel yang menunjang hasil pengamatan penulis. Daftar pustaka biasanya memuat nama pengarang (dibalik), tahun terbit, judul buku (digaris bawahi atau dicetak miring), tempat penerbit, penerbit.
Contoh daftar pustaka :

Keraf, Gorys. 1986. Komposisi. Jakarta:Gramedia
Sumardjo,Jakob dan Saini K.M.(ed).1997.Apresiasi Kesusastraan.Jakarta:Gramedia.
Alwi,Hasan,dkk.2000.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1993.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka.

Lampiran disusun setelah daftar pustaka. Lampiran dapat berupa sruktur organisasi, peta kelurahan, dll.

Contoh Soal :
1. Dari hasil wawancara di lapangan, penulis menemukan banyak golongan tua (orang tua, kaum pendidik, pejabat kelurahan, dan para pemuka masyarakat) yang berpendapat bahwa sebenarnya pelajar mempunyai peranan yang besar dalam pembangunan masyarakat terutama pembangunan lingkungan. Namun, kemauan para pelajar untuk turut serta dalam pembangunan tersebut makin kecil sehingga saat ini tidak terlihat peranan dan pengaruhnya.

Paragraf di atas merupakan kutipan karya tulis ilmiah, yakni bagian…
A. Kata pengantar
B. Latar belakang
C. Perumusan masalah
D. Pembahasan / isi
E. Saran

2. Judul buku : Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
Pengarang : E. Zaenal Arifin, S. Amran Tasai
Penerbit / tempat / tahun : Akademika Pressindo, Jakarta, 2000
Penulisan daftar pustaka berdasarkan sumber di atas adalah…
A. Arifin, E. Zaenal dan Tasai, S. Amran. 2000. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.
B. Zaenal Arifin, Tasai, S. Amran. 2000 . Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.
C. Arifin, E. Zaenal dan S. Amran, 2000. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.
D. Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai. 2000. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.
E. Zaenal Arifin, S. Amran Tasai. 2000 . Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.

21. Proposal
Proposal (usulan) adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.
Secara konkret proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan (proyek) yang bersifat formal. Proyek yang dimaksud dapat mengenai pekerjaan fisik, seperti pembangunan gedung, dan dapat pula mengenai pekerjaan non fisik, misalnya proyek pemberantasan buta huruf.
Berdasarkan bentuknya proposal dapat dibedakan yaitu proposal berbentuk formal, semi formal, dan formal.
Proposal berbentuk formal sekurang – kurangnya ada tiga bagian utama, yaitu: (1) bagian pelengkap pendahuluan, yang terdiri atas sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar (abstrak), daftar isi, dan penegasan permohonan; (2) isi proposal, terdiri atas pembatasan masalah, latar belakang, tujuan, luas – lingkup, dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; (3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
Susunan dan perincian tiap bagian di atas tidak mutlak harus mengikuti pola tersebut, kemungkinan ada bagian yang dapat di gabungkan.
Proposal semi formal non formal merupakan variasi dari bentuk formal, karena tidak memenuhi syarat – syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
Isi sebuah proposal ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks. Isi proposal yang kompleks, seperti yang terdapat dalam bentuk formal di atas, sedangkan isi proposal yang sederhana hanya meliputi: (1) nama kegiatan (judul); (2) dasar pemikiran; (3) tujuan dan manfaat; (4) ruang lingkup; (5) waktu dan tempat kegiatan; (6) penyelenggara / panitia; (7) anggaran biaya; dan (8) penutup (Finoza 1999:159)


Contoh format proposal kegiatan studi tour dengan bentuk dan variasi yang lainnya.
PROPOSAL
STUDI TOUR SMU BINA SISWA
I. Dasar Pemikiran
A…………………………………………………………………………………….
B……………………………………………………………………………………..
II. Tujuan
………………………………………………………………………………………
III. Sasaran
………………………………………………………………………………………
IV. Metode
………………………………………………………………………………………
V. Pelaksanaan
A. Waktu :………………………………………………….
B. Tempat :………………………………………………….
C. Jumlah Peserta :………………………………………………….

1. Siswa :…………………………………………………
2. Staf Pengajar :…………………………………………………
3. Staf Administrasi :…………………………………………………
VI. Rencana Anggaran : terlampir
VII. Kepanitiaan
Pelindung :…………………................................................
Pengarah :…………………...............................................
Ketua :…………………..............................................
Sekretaris :…………………..............................................
Bendahara :…………………..............................................
Seksi – seksi :…………………..............................................
Dst
VIII. Acara : Terlampir
IX. Penutup

Mengetahui Jakarta, 20 Mei 1986
Ketua Sekretaris
ttd ttd

………… …………
Menyetujui
Kepala SMU Bina Siswa
ttd
…………………………
Contoh Soal :
1. Akhir – akhir ini banyak siswa yang suka bertawuran. Hamper setiap hari kita dengar ada tawuran. Tidak sedikit korban jiwa yang terkena tusukan benda tajam. Untuk menanggulangi hal seperti itu, maka kami Musyawarah Kepala Sekolah (MKS) se – DKI akan mengadakan seminar tentang… dan seterusnya.
Paragraf di atas merupakan kutipan dari proposal yang dituangkan pada bagian……
A. Masalah
B. Tujuan
C. Latar belakang
D. Luas – lingkup
E. Pelaksanaan
22. Teks Pidato
Teks pidato biasanya terdiri atas paragraph pembuka, paragraph isi, dan paragraph penutup. Paragraph pembuka biasanya berisi kalimat sapaan kepada pendengar. Isi pidato dituangkan pada paragraph berikutnya. Bagian ini merupakan bagian yang paling penting karena di dalamnya diungkapkan pokok – pokok permasalahan yang akan disampaikan kepada pendengar. Paragraph terakhir berupa penutup dari pidato, biasanya berisi imbauan, ajakan dan kesimpulan serta ucapan terima kasih.

Contoh Soal :
1. Karena itu, sekali lagi saya minta agar tidak ada lagi yang terlambat datang; tidak ada lagi yang berani merokok; dan tidak ada lagi yang meninggalkan jam pelajaran tanpa seizin piket.
Kutipan teks pidato di atas berisi…
A. Sapaan
B. Isi
C. Imbauan
D. Ucapan terima kasih
E. Harapan


23.Hubungan Makna
Hubungan makna antarkata dapat berwujud : sinonim, homonym, homograf, homofon, polisemi, hiponim dan hipernim (superordinat).
1. Sinonim
Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama.
Contoh :
a. Yang sama maknanya
Sudah – telah
Sebab – karena
b. Yang hampir sama maknanya
Untuk – bagi – buat – guna
Cinta – kasih – saying

2. Antonim
Antonim adalah kata – kata yang berlawanan makna.
Contoh :
Besar X kecil
Ibu X bapak

3. Homonim
Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh :
Buku 1 : buku kaki/tangan ‘tulang sendi’
Buku 2 : buku tulis ‘kitab’

4. Homograf
Homograf adalah kata – kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda.
Contoh :
Mental 1 : mental dari sepeda ‘terpelanting’
Mental 2 : mental baja ‘batin, jiwa’


5. Homofon
Homofon adalah kata – kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Contoh :
Sangsi : tidak sangsi ‘ragu – ragu, bimbang’
Sanksi : tidak ada sanksinya ‘tindakan, hukuman’

6. Polisemi
Polisemi adalah satu kata yang memiliki makna banyak
Contoh :
a. Didik jatuh dari sepeda
b. Harga gabah jatuh. ‘merosot’
c. Setiba di rumah dia jatuh sakit. ‘menjadi’
d. Dia jatuh dalam ujian. ‘gagal’

7. Hiponim dan Hipernim
Hiponim adalah kata – kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinat/hipernim (kelas atas), sedangkan hipernim adalah sebaliknya.
Contoh :
Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya.

Contoh Soal :
1. Pasangan kalimat yang menggunakan kata berpolisemi adalah…
A. Sejak tadi ia berdiri di pinggir jalan menunggu temannya.
Gedung tinggi itu berdiri kokoh menghiasi jalan raya.
B. Kakiku pegal karena setiap hari harus naik ke lantai empat.
Setiap pagi para petani turun ke sawah sambil membawa cangkul.
C. Pak Ramdani terkena bisa ular sehingga kedua kakinya bengkak.
Hati – hati terhadap bisa ular itu karena dapat mematikan.
D. Penyanyi rock itu membawakan lagu – lagu barat kelasik.
Sebaiknya kita memakai rok panjang bila pergi ke pesta.
E. Pejabat teras itu sangat dihormati oleh bawahannya.
Setiap sore kami duduk di teras sambil menikmati teh manis.

2. Para penonton tertawa menyaksikan Bang Fei’ yang kocak itu menerima hadiah mobil dari Bank Centaral Asia.
Kalimat yang memakai kata yang sejenis (kata yang dicetak miring) dengan kalimat di atas adalah…
A. Pak Hamdan duduk di teras sambil minum kopi menunggu kedatangan pejabat teras kantornya.
B. Setelah selesai apel bendera para siswa duduk sambil makan apel sebagai pelepas dahaga.
C. Pasang tenda itu dan jangan terlalu dekat dengan laut yang sedang pasang, nanti berbahaya!
D. Ternyata kali Cisadane Tangerang itu lebarnya tiga kali lipat dari kali Cibeureum Sukabumi.
E. Pada masa sekarang pemimpin harus mampu dalam menghadapi massa yang sedang bergejolak.




24. Peribahasa dan Ungkapan
Peribahasa ialah bahasa berkias berupa kalimat atau kelompok kata tetap susunannya. Berdasarkan iainya. Peribahasa mencakup pepatah, perumpamaan, pemeo, dan ungkapan.
Pepatah ialah sejenis Peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua – tua.
Contoh :
Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua.
‘Budi baik itutidak akan dilupakan orang.’

Perumpamaan ialah sejenis Peribahasa yang berisi perbandingan. Biasanya menggunakan kata : seperti, bagai, bak, laksana, dan lain – lain.
Contoh :
Seperti air dengan tebing.
‘Persahabatan yang kokoh dan tolong menolong’

Ungkapan atau idiom adalah gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh :
Tinggi hati : ‘sombong’
Ringan kepala : ‘mudah belajar’
Darah daging : ‘anak kandung’
Dingin hati : ‘tidak bersemangat’
Uang panas : ‘uang tidak halal’
Panas rezeki : ‘sukar mencari rezeki’


Contoh soal :

1. Janganlah kita seperti Tong kosong nyaring bunyinya.
Kalimat yang mengandung Peribahasa yang semakna dengan Peribahasa di atas adalah…
A. Anak itu tidak disukai karena seperti Air beriak tanda tak dalam.
B. Memberi sesuatu kepada dia Laksana kera mendapat bunga.
C. Setiap saat kedua pasangan itu bagai api dengan asap.
D. Kedua orang itu seperti anjing dengan kucing.
E. Adik – kakak itu walaupun berjauhan seperti air dicencang tiada putus.

2. Peter seorang pelajar yang pandai, bahkan ia pernah meraih medali emas tingkat internasional di Bali dalam lomba fisika. Namun, ia tidak sombong dengan kepandaiannya itu. Ia selalu sopan dan baik kepada siapa saja.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kehidupan di atas adalah….
A. Seperti ilmu padi kian berisi kian runduk.
B. Bagai air di atas daunt alas.
C. Tak ada gading yang tak retak.
D. Bagai bumi dengan langit.
E. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.

3 Orang itu terlalu besar hati untuk memenangkan perlombaan pidato itu.
Ungkapan yang semakna dengan ungkapan di atas adalah…
A. Janganlah kecil hati dalam menghadapi segala masalah.
B. Janganlah tinggi hati walaupun kita pintar dan kaya.
C. Janganlah berat hati dalam melakukan suatu pekerjaan.
D. Berlapang hatilah dalam menghadapi semua cobaan.
E. Saya tidak sampai hati untuk meninggalkan dia seorang diri.
25. Majas
Majas ialah bahasa berkias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.
Macam – macam Majas :
1. Simile (perumpamaan) ialah majas yang berupa perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda tetapi sengaja dianggap sama. Biasanya dinyatakan dengan kata : seperti, bagai, sebagai, laksana, bak, ibarat, dan sebagainya.
Contoh :
Bedanya seperti langit dan bumi.

2. Metafora ialah perbandingan yang singkat dan padat dinyatakan secara implicit dan langsung.
Contoh :
Bunga bangsa (pemuda), kuli tinta (wartawan), raja siang (matahari).

3. Personifikasi ialah majas yang menggambarkan benda – benda tak bernyawa seolah – olah memiliki sifat – sifat insani (seperti manusia).
Contoh :
Badai mengamuk merobohkan rumah – rumah.

4. Antitesis ialah majas yang berupa paduan dua kata yang berlawanan.
Contoh :
Bahasa dapat menunjukkan tinggi rendahnya bangsa.

5. Alegori ialah cerita yang diceritakan dalam lambing – lambing. Alegori kerapkali mengandung sifat – sifat atau spiritual. Biasanya alegori merupakan cerita – cerita yang panjang dengan tujuan yang terselubung. Alegori dapat berbentuk puisi atau prosa. Misalnya : Kancil dan Buaya.


Contoh soal :
1. Pedihnya seperti diiris dengan sembilu.
Majas yang tidak sejenis dengan majas di atas adalah…
A. Kedua gadis kembar itu bagaikan pinang di belah dua.
B. Hamparan padi yang menguning laksana emas yang berkilau.
C. Ketika ditanya, orang itu hanya diam seperti patung.
D. Ia sudah dianggap sampah masyarakat di lingkungannya.
E. Sejak ditingga kekasihnya, ia bersifat dingin bak gunung es.

26. Watak Tokoh
Perwatakan tokoh, adalah karakter atau sifat bathin yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku tokoh dalam cerita.
Pengarang menggambarkan watak tokoh antara lain melalui :
1) Penjelasan langsung dari pengarang (tertulis) bahwa tokohnya berwatak baik, marah, sadis, dengki, licik, kikir, sombong, bijaksana, rapi, dan sebagainya.
2) Dialog antar tokoh.
3) Tanggapan atau reaksi dari tokoh lain terhadap tokoh utama.
4) Pikiran – pikiran dalam hati tokoh.
5) Lingkungan di sekitar tokoh atau penampilan tokoh (rapi, bersih, teratur, dan sebagainya).
6) Bentuk fisik tokoh.
7) Tingkah laku, tindakan tokoh, atau reaksi terhadap suatu masalah.

Contoh :
”Aku merasa ringan, kini aku sudah menceritakan kepada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepalaku. Aku sudah mengakui dosa – dosaku, dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni dosa – dosa Wak Katok...”. Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangan seperti orang berdoa, dan mulutnya komat – kamit. Pak Haji bertakbir, perlahan – lahan, ”Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!”

Watak Pak Balam dalam kutipan tersebut adalah jujur, yaitu dia mengakui dosa yang telah diperbuatnya di depan teman – temannya. Pengarang melukiskan watak tokoh melalui dialog atau percakapan antartokoh.

Contoh Soal :
1. ”Aku tak berdosa, tak ada yang harus aku akui kata, pikir Sanip.
Aku tak punya dosa yang mesti aku akui, kata Talip dalam hatinya.
Aku tak punya dosa, kata Sutan pada dirinya.
Buyung menyuruh hatinya dan pikirannya diam, jangan mengingatkannya pada dosa – dosanya.
Pak Haji juga demikian.

Watak tokoh Sanip, talip, Sutan, dan Pak Haji dalam kutipan novel tersebut adalah.......
A. Munafik
B. Jujur
C. Penakut
D. Sabar
E. Alim

2. Penggambaran watak tokoh Sanip, Talip, Sutan, Buyung, dan Pak Haji dalam kutipan novel tersebut digambarkan pengarang melalui...
A. Penjelasan langsung (tertulis)
B. Dialog antartokoh
C. Tanggapan tokoh lain terhadap tokoh utama
D. Pikiran – pikiran dalam hati tokoh
E. Lingkungan di sekitar tokoh

27. Amanat Cerita
Amanat, ialah pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui isi cerita yang dikarangnya. Amanat yang disampaikan dapat secara langsung (tertulis), melalui dialog antartokoh dalam cerita atau tidak langsung (tersirat).
Contoh :
Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencari muka Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut, Pak Balam berkata kepada Wak Katok, ”Akuilah dosa – dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa – dosamu, juga kalian, supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, terjauh dari rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa harimau....biarlah aku yang jadi korban.....”
(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)

Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut ”Bertaubat dan minta ampunan atas dosa yang telah diperbuat, pasti Tuhan akan mengampuninya, dan hidupmu akan selamat.”


Contoh Soal :
1. Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau, ”Awas, harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa – awas harimau – dikirim Allah – awas harimau – akuilah dosa – dosa kalian – akuilah dosa – dosa kalian – akuilah dosa – dosa kalian.”
(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)

Amanat yang tersirat dalam kutipan tersebut adalah...
A. Setiap orang pasti mempunyai dosa, mulai dari dosa kecil sampai dengan dosa besar.
B. Dosa yang telah dilakukan oleh seseorang tidak akan dapat disembunyikan, pasti akan ketahuan.
C. Akui dan minta ampunlah atas dosa yang telah diperbuat karena Tuhan pasti akan membalas perbuatan dosa itu.
D. Tidak baik menutup – nutupi dosa orang yang telah dilakukan karena suatu saat dosa itu pasti akan diakui juga.
E. Hindarilah dirimu dari segala dosa karena Tuhan akan menghukum orang yang berbuat dosa tersebut.

28. Latar Cerita
Latar cerita, ialah keterangan mengenai waktu, ruang/tempat, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra.
Contoh :
Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balam dan terus berlari, menghilang ke dalam hutan yang gelap. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar – samar dari pohon kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya karena gigitan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga kelihatan tulangnya yang putih dan darah mengalir amat banyak.
Pak Balam koyak – moyak, dan seluruhbadannya penuh dengan luka – luka kecil dan gores – gores merah kena duri, batu, dan kayu ketika dilarikan harimau. Mukanya berdarah. Darah keluar dari hidungnya, dari mulutnya. Pak Balam kelihatannya pingsan, tak sadar diri, dia hanya terbaring di sana mengerang – ngerang.
(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)

Latar tempat, yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah hutan rimba karena dalam hutan rimbalah terdapat harimau dan secara tersurat digambarkan pengarang.

Contoh Soal :
1. Latar Novel Harimau – Harimau, karya Muchtar Lubis :
1) Malam hari
2) Cahaya bulan samar – samar
3) Di kegelapan malam
4) Berduka dan berkabung
5) Kritis dan mencekam
Latar yang sesuai dengan kutipan yang tersaji pada ringkasan materi tersebut adalah....
A. Nomor 1, 2, dan 3 D. Nomor 1, 2, dan 5
B. Nomor 2, 3, dan 4 E. Nomor 1, 3, dan 5
C. Nomor 3, 4, dan 5

29. Sudut Pandang
Sudut pandang, ialah cara si pengarang mengisahkan / menceritakan suatu cerita. Sudut pandang terbagi menjadi : orang I, orang III, atau campuran (orang I dan orang III)
Sudut pandang orang I terbagi menjadi : orang I sebagai tokoh utama, contoh : autobiografi, cerita rekaan, tetapi seakan pengarang sendiri yang diceritakan. Orang I pengamat, yaitu pengarang sebagai pengamat, tetapi ada dalam cerita. Kata ganti yang dapat digunakan saya atau aku atau yang sejenisnya, biasa pula disebut sudut pandang akuan.
Sudut pandang orang III terbagi menjadi : orang III serba tahu, yaitu melaporkan semua tindak tanduk yang sangat pribadi dari pelaku, dan orang III terarah, yaitu terpusat pasa satu karakter. Kata ganti yang dapat digunakan adalah dia, ia, mereka, nama orang, atau kata ganti orang ketiga lainnya, biasa disebut sudut pandang diaan.
Contoh :
Pak Balam menutup matanya kembali, dan dia terbaring demikian, letih berbicara begitu banyak.
Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masing – masing. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat sekali dalam hati mereka. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung, meninggalkan hutan dengan harimau maut jauh – jauh di belakang. Akan tetapi, mengakui dosa – dosa di depan kawan semua.
(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)
Sudut pandang dalam kutipan tersebut adalah orang III serba tahu karena melaporkan semua tindak tanduk tokoh, yaitu Pak Balam dan mereka.

Contoh Soal :
1. Tak lama kemudian Wak Katok menyusul aku, dan kami berangkat ke tempat persembunyian. Aku tak pernah menanyakan kepada Wak Katok apa yang terjadi dengan Sarip. Aku tahu apa yang terjadi. Wak Katok kembali ke pondok dan membunuh Sarip dan melempar Sarip ke sumur. Ini aku ketahui kemudian setelah pemberontakan dikalahkan oleh Belanda. Tetapi, aku tak pernah membicarakannya dengan Wak Katok. Sejak hari itu hingga saat ini, barulah kini aku menceritakan hal ini.
(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)

Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan novel tersebtu adalah...
A. Orang pertama tokoh utama
B. Orang pertama sebagai pengamat
C. Orang pertama dan orang ketiga
D. Orang ketiga serba tahu
E. Orang ketiga terarah

30. Nilai – Nilai dalam Novel
Dalam sebuah karya sastra terkandung nilai – nilai yang disisipkan oleh pengarang. Nilai – nilai itu antara lain : nilai moral, yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak atau budi pekerti baik dan buruk, nilai sosial, yaitu hal – hal yang berkaitan dengan norma – norma dalam kehidupan masyarakat (misalnya saling memberi, menolong, dan tenggang rasa), nilai budaya, yaitu konsep mengenai masalah dasar yang sangat penting dan bernilai dalam kehidupan manusia (misalnya : adat istiadat, kesenian, kepercayaan, upacara adat), dan nilai estetika, yaitu nilai yang berkaitan dengan seni, keindahan dalam karya sastra (tentang bahasa, alur, tema)
Contoh :
Dari sebuah kantung di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu – ramuan. Mereka membersihkan lauka – luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun – daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat – obatan sambil membaca mantera – mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dan batok kelapa. Setelah air agak dingin, Wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.
(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)
Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah memberi pertolongan kepada orang yang sedang sakit. Karena dalam kutipan diungkapkan, Wak Katok dan teman – temannya memberi pertolongan kepada Pak Balam yang terluka (membersihkan, mengobati, dan membalutnya), meminumkan obat yang mereka buat sendiri.

Contoh Soal :
1. Yang bukan merupakan nilai budaya yang diungkapkan dalam kutipan novel pada uraian ringkasan materi di atas adalah...
A. Meletakkan kantong di keranjang besar
B. Ramuan obat daun – daunan
C. Membungkus luka dengan sobekan kain
D. Ramuan obat dimantera – manterai
E. Mangkok dari batok kelapa untuk tempat minum

31. Konflik Drama
Konflik drama, ialah ketegangan atau pertentangan dalam drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri seorang tokoh, dua orang tokoh, atau kelompok).
Penyebab konflik antara lain : dengan diri sendiri (konflik batin), antartokoh, budaya, alam/lingkungan, sosial).
Contoh :

Sulung : Hem. Di sana kami punya wali negara, bangsa awak. Di sana segala lapangan kerja terbuka lebar – lebar bagi bangsa awak. Di sana, bagian terbesar tentara, polisi, alat negara bangsa awak. Di atas segalanya, kami di sana hidup damai. Rukun berdampingan antara si putih dan bangsa awak.
Bapak : Dan di atas segalanya pula, di sana si putih menjadi yang diperlukan. Dan sebuah bendera asing jadi lambang kedaulatan, lambang kuasa;penjajahan. Dapatkah itu kuartikan kemerdekaan?
(Bapak,B. Sularto)

Konflik yang terdapat dalam kutipan drama tersebut adalah si bapak menerima kenyataan bahwa anaknya telah salah langkah karena menjadi pengkhianat bangsa dan negara. Terbukti anaknya sangat memuji penjajah (kulit putih).
Tahapan konflik dapat pula dibagi menjadi awal konflik, konflik mulai bergerak (konflikasi), puncak konflik atau klimaks, dan penyelesaian atau antiklimaks (akhir konflik).

Contoh Soal :
1. Bacalah kutipan drama berikut!
Sulung : Begitu pendapat, Bapak? Memang Bapak ada hak penuh untuk berpendapat demikian itu.
Bapak : Nak, keyakinanmu salah, Sadarlah!
Sulung : Salah bagi Bapak, benar bagiku. Dan, aku sadar benar akan itu. Dan penuh kesadaran pula, aku bersedia menanggung risikonya.
(Bapak,B. Sularto)


Konflik dalam kutipan tersebut adalah....
A. Si bapak tidak berhasil menasihati anaknya.
B. Si anak memaksakan kehendaknya kepada bapaknya.
C. Si bapak sangat marah kepada anaknya yang pembangkang.
D. Si bapak merasa salah mendidik anak kandungnya.
E. Si anak tidak dipedulikan oleh orang tuanya
32. Tema Puisi dan Tema Cerpen / Novel
Tema, ialah pokok permasalahan yang mandasari penggubahan sebuah puisi atau dasar penulisan prosa, cerpen, novel, dan drama. Misalnya : masalah perjuangan, kepahlawanan, kekecewaan, kemunafikan, penderitaan, percintaan, keagamaan, atau kehidupan manusia.
Contoh 1 :
Sepi di luar. Sepi menekan – mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut
Segala menanti. Menanti. Menanti
.........
(Deru Campur Debu, Chairil Anwar)

Tema puisi tersebut perasaan sepi seseorang, diungkapkan dengan pohon yang lurus kaku, tidak bergerak sampai ke puncak. Perasaan sepi itu dirasakan sewaktu menantikan sesuatu / seseorang tetapi penantian yang tidak kunjung datang.

Contoh 2 :
Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencari muka Wak Katok, dan katika pandangan mereka bertaut Pak Balam berkata kepada Wak Katok, ”Akuilah dosa – dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa – dosamu, juga kalian, supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, terjauh dari rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa harimau....biarlah aku yang jadi korban...”

Masalah dalam kutipan novel tersebut adalah pertobatan karena berisi imbauan untuk mengakui kesalahan (dosa) agar Tuhan mengampuni dosa yang telah dilakukan.

Contoh Soal :

1. SELAMAT TINGGAL

Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?

Kudengar seru menderu
Dalam hatiku?
Apa hanya angin lalu?

Lagu lain [ula
Menggelepar di tengah malam buta

Ah!!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal
Selamat tinggal
(Chairil Anwar)

Tema puisi tersebut adalah...
A. Kelukaan hati
B. Kecamuk dalam hati
C. Permasalahan yang berat
D. Pengintropeksian diri
E. Persoalan yang beruntun

2. Dari sebuah kantung di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu – ramuan. Mereka membersihkan luka – luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun – daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat – obatan sambil membaca mantera – mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, Wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.

(Harimau – Harimau, Muchtar Lubis)

Masalah yang diungkapkan dalam kutipan tersebut adalah....
A. Kesetiakawanan D. Kebudayaan
B. Pengobatan E. Penderitaan
C. Pengkhianatan

33. Suasana dalam Puisi
Suasana puisi ialah suasana yang menyertai kejadian, peristiwa, atau hal – hal yang diungkapkan dalam puisi. Misalnya suasana gembira, bahagia, sedih, haru, kecewa, gelisah, berontak, tenang, pasrah, bingung, sepi, atau bimbang.

Contoh :
Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan syarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono)

Suasana dalam puisi tersebtu adalah haru dan romantis. Terlihat dalam bait pertama dan bait kedua pada larik pertama. Yaitu menginginkan cinta itu melalui proses (terlihat dalam larik kedua dan ketiga pada bait pertama dan kedua).

Contoh Soal :
1. Sepisaupi

Sepisaupi luka sepisau duri
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi

Sepisaupa sepisaupi
Sepisaunya sepikau sepi
Sepisau sepisaupi
Sepikul diri keranjang duri

Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisau-Nya ke dalam nyanyi
(Sutardji Calzoem Bachri)

Suasana dalam puisi tersebtu adalah...
A. Kebimbangan yang sangat dalam
B. Pemberontakan sangat kuat
C. Penderitaan yang mencekam
D. Kegelisahan tak menentu
E. Kepasrahan yang berlebihan

34. Kata Bermakna Lambang dalam Puisi
Alat untuk menyampaikan perasaan penyair dalam puisi adalah bahasa. Bahasa tersebut berupa rangkaian kata. Kata – kata tersebtu ada yang bermakna lugas, kias, atau lambang.
Makna lambang, ialah menggunakan kata – kata tertentu untuk melambangkan sesuatu yang mirip sifatnya. Misal : bunga melambangkan kecantikan / gadis, api lambang kemarahan, dan baja lambang kekuatan atau ketangguhan.

Contoh :
Pada – Mu Jua

Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku pada Mu
Seperti dahulu

Kaulah kandil gemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu

Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayap
Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang pada Mu jua
Engkau pelit menarik ingin
Serupa dara di balik tirai
........................................
(Nyanyi Sunyi, Hamir Hamzah)

Kata kandil dan pelita pada bait kedua puisi tersebut melambangkan petunjuk ke jalan yang benar bagi orang yang dalam kesesatan (gelap). Kelompok kata dara di balik tirai dalam bait keenam, melambangkan suatu keinginan kuat untuk mengenal lebih dekat Tuhan yang selama ini masih belum dipahami benar.

Contoh Soal :
1. Kata cakar dalam bait puisi pada-Mu Jua pada pembahasan materi tersebut melambangkan...
A. Kemarahan D. Kekukuhan hati
B. Ketajaman E. Kekuasaan tuhan
C. Kekuatan

35. Perubahan Makna
a. Perluasan Makna (Generalisasi)
Perluasan makna ialah perubahan makna dari yang lebih khusus atau sempit ke yang lebih umum atau luas. Jadi, cakupan makna sekarang lebih luas daripada semula.
Contoh :
Lama Baru
Bapak : ’ayah’ ’semua laki – laki yang berumur lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi’
Ibu : ’emak’ ’semua perempuan yang berumur lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi’

b. Penyempitan Makna (Spesialisasi)
Penyempitan makna ialah perubahan makna dari yang lebih umum atau luas ke yang lebih khusus atau sempit. Jadi, cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna semula.
Contoh :
Lama Baru
Sarjana : ’cedekiawan’ ’lulusan perguruan tinggi atau gelar universitas’
Pendeta : ’orang yang berilmu’ ’guru Kristen’

c. Peninggian Makna (Ameliorasi)
Peninggian makna ialah perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tinggi atau hormat nilainya daripada makna semula.
Contoh :
Lama Baru
Wanita : ’yang diinginkan pria ’lebih hormat daripada perempuan’
Bung : ’panggilan untuk laki – laki ’penggilan kepada tokoh’

d. Penurunan Makna (Peyorasi)
Penurunan makna ialah perubahan makna yang mengakibatkan makna baru dirasakan lebih rendah atau kurang baik nilainya daripada makna semula.
Contoh :
Lama Baru
Perempuan : ’lawan laki – laki’ ’lebih rendah daripada kata wanita’
Bunting : ’mengandung’ ’lebih rendah daripada kata istri’

e. Persamaan (Asosiasi)
Asosiasi ialah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna lama dan makna baru. Makna baru akibat asosiasi itu menunjukkan makna kiasan.
Contoh :
Lama Baru
Amplop : ’sampul surat’ ’uang sogok’
Bunga : ’kembang’ ’gadis cantik’

f. Pertukaran (Sinestesia)
Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berbeda. Misalnya, dari indra penglihatan ke indra pendengar.
Contoh :
Suaranya terang sekali. (pendengar penglihat)
Kata – katanya pedas. (pendengar perasa)

Contoh Soal :
1. Wanita yang berkebaya merah itu anggun sekali.
Kata yang mengalami perubahan makna yang sejenis dengan kata dalam kalimat di atas adalah...
A. Mana kunci jawaban soal bahasa Indonesia?
B. Dia tidak masuk karena istrinya melahirkan.
C. Pidato yang disampaikannya itu terasa hambar.
D. Gadis itu gila karena ditinggal kawin.
E. Saudara sudah mengisi formulir untuk KTP?

36. Unsur-Unsur Surat Lamaran Pekerjaan
1. Tanggal Surat
a. Tanggal surat ditulis di sebelah kanan atas atau diletakkan di bagian bawah, di atas identitas pengirim.
b. Nama bulan ditulis dengan huruf dan jangan disingkat ( Januari, februari, Maret, April, dan sebagainya ) Tidak boleh ditulis Jan, Feb, Mar, Apr.
c. Di akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
Contoh : 5 Januari 2006, bukan 5-1-2006

2. Lampiran
Kata lampiran bermakna tambahan.Tambahan itu dapat berupa surat, kertas surat, fotokopi ijazah,atau salinan surat-surat resmi. Kata lampiran harus dicantumkan jika surat yang ditulis dilampiri berkas.
Aturan penulisannya adalah sebagai berikut :
a. Huruf awal kata lampiran ditulis dengan huruf kapital.
b. Boleh disingkat dengan lamp.
c. Di akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
d. Penulisan kata lampiran diikuti tanda titik dua.
e. Antara tanda titik dua dan kata yang mendahuluinya tidak disela spasi sedangkan tanda titik dua dengan kata yang mengikutinya disela spasi.
Contoh:
Lampiran : tujuh lembar

3. Perihal Surat
Perihal surat sama dengan pokok surat. Makna kata perihal, yaitu soal, urusan, atau tentang sesuatu. Penulisannya adalah sebagai berikut :
a. Huruf awal kata perihal ditulis dengan huruf kapital.
b. Perihal surat diusahakan singkat, tetapi jelas.
c. Panjang perihal jangan sampai melebihi satu baris.
d. Huruf awal perihal ditulis dengan huruf kapital.
e. Kata perihal diikuti tanda titik dua.
f. Di akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik dan barisnya tidak bergaris bawah.
Contoh :
Perihal : Permohonan menjadi karyawan

4. Alamat Surat
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat adalah sebagai beikut :
a. Kata-kata yang terhormat disingkat Yth.
b. Huruf awal pada singkatan yang terhormat ditulis dengan huruf kapital.
c. Kata kepada tidak perlu dicantumkan.
d. Sapaan ibu, bapak dapat digunakan jika diikuti nama orang dan huruf awal sapaan itu ditulis dengan huruf kapital
e. Jika jabatan seseorang dicantumkan, kata sapaan tidak digunakan agar tidak ada kerancuan penulisan.
f. Kata jalan jangan disingkat.
g. Di akhir alamat tujuan tidak dibubuhkan tanda titik.

5. Salam Pembuka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan salam pembuka adalah sebagai berikut :
a. Bentuk yang lazim digunakan sebagai salam pembuka adalah dengan hormat.
b. Huruf awal pada kata dengan ditulis dengan huruf kapital.
c. Penulisan Dengan hormat diikuti tanda koma (,).
d. Salam pembuka ditulis di margin kiri.
e. Penulisan salam pembuka tidak menjorok ke dalam sebagai alinea baru.

6. Isi Surat
Isi surat merupakan bagian yang sangat penting karena bagian ini merupakan wadah segala sesuatu yang ingin disampaikan. Panjang pendek isi surat bergantung pada banyak atau sedikitnya persoalan yang ingin dikemukakan. Secara umum, bagian surat terdiri atas bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup.
Dalam bagian pembuka dikemukakan permasalahan yanng merupakan pengantar atau pendahuluan terhadap permasalahan pokok. Panjangnya kira-kira satu paragraf. Bagian pembuka harus dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat menarik minat penerima surat untuk membacanya.
Bagian ini merupakan lanjutan dari bagian pembuka. Sama halnya dengan bagian pembuka, bagian inti harus disusun dengan cermat agar isinya mudah dimengerti oleh penerima surat. Kecermatan isi terutama dalam hal pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan penulisan ejaan. Bagian inti dalam surat lamaran pekerjaan dapat terdiri atas beberapa paragraf. Dalam bagian inilah hal-hal yang dilampirkan disebutkan.
Bagian penutup berisi harapan dan ucapan terima kasih. Kalimat yang digunakan sederhana saja. Biasanya, bagian penutup terdiri atas satu-dua kalimat.












Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Sidoarjo, 30 Juni 2008

Lampiran : Delapan lembar
Perihal : Permohonan menjadi karyawan


Yth. Kepala Cabang PT Century Franchisindo Utama
Jalan Limo 40, Permata Hijau
Senayan Jakarta 12220

Dengan hormat,
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Jawa Pos tanggal 25 Juni 2008 tentang adanya peluang kerja pada PT Century Franchisindo Utama pada bagian operation supervisor Qs. Sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut, dengan ini saya,

nama : Efita Rodiyanah
tempat/tanggal lahir : Sidoarjo, 23 April 1981
pendidikan : S 1 Akuntansi
alamat : Desa Tanjek Wagir, Krembung-Sidoarjo

mengajukan permohonan untuk menjadi karyawan bagian operation supervisor Qs. Adapun kualifikasi yang saya miliki sesuai dengan starat-syarat yang telah ditentukan.

Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan berkas-berkas sebagai berikut.
1).Fotokopi ijazah;
2).Fotokopi sertifikat kursus komputer;
3).Fotokopi kartu tanda penduduk (KTP);
4)Surat keterangan pengalaman kerja;
5)Surat keterangan kelakuan baik dari kepolisisan;
6).Foto hitam putih ukuran 3x4 dua lembar;
7).Fotokopi kartu kuning dari Depnaker.

Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya ajukan. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,



Efita Rodiyanah


Medan,24 Oktober 2007


Lampiran : Delapan lembar
Perihal : Permohonan menjadi karyawan


Yth.Kepala Personalia
PT Mulia Jaya
Jalan Sungai Sambas 52 Pontianak


Dengan hormat.
Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di harian Medan Post tanggal 20 Oktober 2007, PT Mulia Jaya membutuhkan lima orang karyawan dalam bidang pemasaran.Sesuai dengan bidang pekerjan tersebut,dengan ini saya,

nama : Abdullah Harahap
tempat,tanggal lahir : Medan,25 Agustus 1987
pendidikan : SMA
alamat : Jalan Sungai Asahan 17,Medan

mengajukan permohonan untuk menjadi karyawan bidang pemasaran.Adapun kualifikasi yang saya miliki sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.Sebagai bahan pertimbangan,bersama ini saya lampirkan berkas-berkas sebagai berikut.
1.fotokopi ijazah;
2.fotokopi sertifikat kursus computer;
3,fotokopi kartu tanda penduduk (KTP);
4.surat keterangan pengalaman kerja;
5.surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian;
6.foto hitam putih ukuran 3x4;
7.fotokopi kartu kuning dari Depnaker.

Demikian surat lamaran pekerjaan ini saya ajukan. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih.





Hormat saya,





Abdullah Harahap





Palangkaraya, 27 Oktober 2006



Lampiran : Tujuh lembar
Hal : Permohonan menjadi karyawan


Yth. Kepala Personalia
CV Bakti Persada
Jalan Mulawarman III / 50 Palangkaraya


Dengan hormat,
Sesuai dengan iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di surat kabar Warta Aktual, CV bakti Persada sepertinya membutuhkann karyawan bidang administrasi. Sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut, denngan ini saya,

nama : Juanita Tunjung sari
tempat dan tanggal lahir : Palangkaraya / 8 April 1986
pendidikan : SMA
alamat : Jalan Mulawarman IV / 6 Palangkaraya

mengajukan permohonan untuk menjadi karyawan bidang administrasi. Adapun kualifikasi yang saya miliki sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan .
Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya lampirkan berkas-berkas sebagai berikut.
1. fotokopi ijazah terakhir (SMA) ;
2. fotokopi kartu tanda penduduk ;
3. foto ukran 3 x 4 cm dua lembar ;
4. daftar riwayat hidup ;
5. surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian ;
6. fotokopi sertifikat kursus Bahasa Inggris ;

Demikian surat lamaran pekerjaan ini. Besar harapan saya agar Bapak dapat menerima saya menjadi karyawan terima kasih.









Hormat saya,





Juanita Tunjung sari

Untuk lebih jelaskan Download disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar